cool hit counter

Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting - Persyarikatan Muhammadiyah

Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting
.: Home > Artikel > Lembaga

Homepage

Sejarah PCM Gresik Kota Baru

.: Home > Artikel > Lembaga
25 Juni 2013 18:49 WIB
Dibaca: 832
Penulis :

Gresik Kota Baru (GKB) merupakan sebuah nama lingkungan pemukiman baru di Gresik. Lokasinya berada pada perbatasan wilayah dua kecamatan, Manyar dan Kebomas. Di dalamnya tergabung dari 4 desa. Satu desa merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Kebomas, yaitu desa Randuagung. Tiga desa lainnya bagian dari wilayah Kecamatan Manyar yaitu Desa Tenger, Yosowilangun, dan Pongangan. Kepadatan penduduk di lingkungan hunian yang relatif baru ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Akibat dari proses industrialisasi terjadilah migrasi besar-besaran yang terkonsentrasi di kota Gresik baik dari luar kabupaten, luar propinsi, bahkan luar pulau. Akibat proses migrasi yang terkonsentrasi di Gresik adalah mendesaknya kebutuhan pemukiman bagi masyarakat, persoalan ini kemudian direspon oleh pemerintah Daerah Gresik dengan mencanangkan program pengembangan wilayah perumahan baru di lingkungan baru yang diberi nama Gresik Kota Baru (GKB). Pekerjaan ini selanjutnya menjadi proyek garapan PT. Bumi Lingga Pertiwi sebagai pengembangan real estate yang dipercaya.

Koleksi PC Muhammadiyah GKB Kini tempat hunian baru di GKB itu telah berdiri cabang Muhammadiyah dengan perkembangan amal usaha yang cukup pesat pada kurun waktu kurang dari 15 tahun (1992-2004) terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan diantaranya SD Muhammadiyah GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB, dan poliklinik.

Ketika perumahan GKB mulai dihuni oleh para pembelinya sekitar tahun 1984, daerah Randuagung merupakan titik konsentrasi gelombang pertama dari proses migrasi. Kemudian pada tahun 1996 berkembang ke daerah Yosowilangun, Tenger, dan Pongangan. Semula pola hubungan sosial keagamaan belum terbentuk, tetapi seiring dengan perkembangan waktu terbentuklah jaringan komunikasi antar kader Muhammadiyah dan simpatisannya. Mereka datang dari daerah yang berbeda, misalnya H. Marindra, H. Isyfa Ali, Taufiq Hadi (dari Gresik), Abdul Hakim (Jogyakarta), Amien (Bojonegoro), Mudzakkir (Tuban), Murdiono (Madiun), Dodit Adi Putranto (Jember).

Dari jaringan komunikasi kader Muhammadiyah di daerah GKB ini terbentuklah jama’ah pengajian rutin pada tahun 1991 yang dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah. Setelah berjalan satu tahun pengajian ini tidak dilaksanakan secara bergilir tetapi dipusatkan di rumah H. Yamin karena pertimbangan kapasitas rumah dan jumlah jama’ah yang semakin bertambah. Pengurus pengajian bekerja sama dengan Ustadz Muthar Jamil dan Ustadz Muhith dalam melaksanakan pembinaan jama’ah melalui pengajian.

Pada tahun tahun 1993 pengurus dan anggota jama’ah pengajian mulai merintis penyelenggaraan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha di halaman Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Dua tahun berikutnya, berdiri SD Muhammadiyah GKB. Pendaftaran murid pertama kali dibuka pada tahun pelajaran 1995-1996. sekolah ini dipersiapkan dengan fasilitas yang sangat memadai untuk mewujudkan sekolah unggulan di Gresik. Kepala Sekolah pertama yang bertugas memimpin di sekolah ini Drs. Syamsul Hidayat. Di komplek sekolah ini pula meskipun belum tersedia sarana masjid, tapi jama’ah Muhammadiyah tetap merintis pelaksanaan sholat Jum’at dengan memanfaatkan ruang kelas. Setelah Universitas Muhammadiyah Gresik mendapat bantuan Masjid dari Yayasan Amal Bakti Pancasila kemudian diberi nama Masjid Faqih Usman, sejak itu pelaksanaan sholat Jum’at dipindahkan di Masjid baru ini.

Dengan modal jumlah Jama’ah dan perkembangan amal usahanya, juga mempertimbangkan Prospek perkembangan warga GKB yang pasti membutuhkan pelayanan dan pembinaan dalam kehidupan sosial keagamaan maka muncul gagasan pembentukan cabang Muhammadiyah GKB. Cabang Muhammadiyah Gresik dibentuk melalui rapat musyawarah “Panitia” pembentukan cabang Muhammadiyah GKB di rumah H. Isyfa Ali di Jalan Mentawai sekitar tahun 2000. Yang bertindak sebagai pengundang dalam rapat itu adalah Taufiq Hadi. Dalam rapat ini menghasilkan susunan kepengurusan Cabang Muhammadiyah GKB antara lain Taufik Hadi (Ketua), H. Marindra (Ketua I ) H. Isyfa Ali (Ketua 2), Jupri (Sekretaris), dan Yamin (Bendahara).

Dalam rapat ini juga direncanakan pembentukan ranting-ranting Muhammadiyah di daerah GKB untuk melegitimasikan keberadaan cabang GKB yang baru tersebut. Ranting yang dibentuk dalam rapat itu antara lain. Ranting Muhammadiyah GKB 1 di Jalan Raya Brantas, Taufiq Hadi dipilih sebagai ketua rantingnya. Ranting Muhammadiyah GKB 2 di Jalan Taman Brantas, Khairul Hafil dipilih sebagai ketua ranting, dan Ranting Muhammadiyah GKB 3 di Jalan Blitar, di ketuai oleh Choiruz Zimam.

Ide yang diusung oleh para perintis berdirinya Muhammadiyah di GKB ini adalah berdirinya cabang yang otonom dan lepas dari kepemimpinan cabang Kebomas, meskipun sebagian dari daerah GKB adalah bagian dari wilayah Kebomas.

Jika Muhammadiyah di GKB ini dibentuk menjadi ranting dibawah struktur cabang Kebomas. Ada beberapa hal yang bisa menjadi persoalan, diantaranya : Wilayah GKB tidak hanya desa Randuagung yang berada di wilayah Kecamatan Kebomas tetapi menyatu dengan bagian dari desa lain yaitu Yosowilangon, Tenger, dan Pongangan. Yang berada di wilayah Kecamatan Manyar, luas wilayah perumahan GKB tersebut pasti memerlukan struktur organisasi dan pengurus Muhammadiyah yang mampu menjangkau secara keseluruhan.

Jika Muhammadiyah GKB dibentuk menjadi ranting, keberadaan ranting ini dikhawatirkan tidak dapat mengembangkan amal usahanya karena keterbatasan wewenang ranting dalam kaidah organisasi.

Perjalanan kepemimpinan cabang Muhammadiyah di Kebomas sendiri belum mengoptimalkan gerakan amal usahanya pada ranting-ranting yang sudah ada.

Corak masyarakat yang tinggal di perumahan GKB merupakan bentuk masyarakat urban yang lapisan sosialnya sangat heterogen dan budayanya berbeda dengan masyarakat perkampungan. Jika masyarakat GKB dikelola bersama ranting-ranting lain oleh cabang Kebomas, dikhawatirkan pengelolaannya tidak akan menghasilkan kemajuan.

Proses berdirinya Cabang Muhammadiyah GKB menuai banyak persoalan, yang paling utama adalah masalah keabsahan cabang ini, karena secara administratif sebenarnya GKB berada pada dua cabang yaitu Manyar dan Kebomas. Untuk mengatasi kebuntuan inilah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik mengundang 3 unsur untuk mendapatkan kesepakatan antara lain : Unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Manyar, diwakili oleh M. Zuhron. Unsur pimpinan cabang Kebomas diwakili oleh ketua cabang Kebomas yang baru, hasil Muscab tahun 2000 yaitu Drs. Wahyani Ahmad (pengganti ketua cabang lama, Kholili Adnan ) dengan Hilmi Aziz sebagai sekretaris . Panitia pembentukan cabang Muhammadiyah GKB yaitu Taufiq Hadi, H. Marindra, H. Isyfa Ali, dan Jupri.

Pertemuan dilaksanakan di gedung SD Muhammadiyah 2 Jalan K.H. Kholil Gresik. Dalam pertemuan tersebut Drs. Wahyani Ahmad sebagai ketua cabang Kebomas masih mengharap agar Muhammadiyah di GKB dijadikan sebagai ranting baru bagi cabang Muhammadiyah Kebomas, tetapi jika tidak bisa bersatu, maka ia tidak menghalangi berdirinya cabang GKB. Dalam hal ini perwakilan dari GKB lebih memilih opsi ke dua dari sikap Drs. Wahyani Ahmad tersebut, yaitu tetap ingin berdiri sendiri dengan persetujuan Cabang Kebomas maupun Cabang Manyar, karena wilayah GKB berada dalam dua wilayah Kecamatan tersebut. M. Zuhron yang bertindak sebagai wakil Cabang Manyar juga tidak berkeberatan atas gagasan orang-orang GKB demi perkembangan Muhammadiyah itu sendiri. Atas dasar kesepakatan inilah pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mengesahkan keberadaan cabang Muhammadiyah GKB berdasarkan Surat Keputusan nomor: /SK.PWM/1.A/1.b/2000, tanggal 28 April 2000.

Perkembangan Muhammadiyah di KGB secara vertikal tumbuh bergerak secara top-down, dari atas ke bawah, dari cabang menjadi ranting, nntara lain ranting GKB 1, GKB 2, dan GKB 3. Kegiatan masing-masing ranting masih terbatas dalam urusan penyelenggaraan ibadah shalat tarawih, ceramah tarawih, dan sholat Ied. Diantara ranting tersebut masih terdapat beberapa pengurus yang belum siap mengenalkan Muhammadiyah dengan segala pemahamannya secara terbuka kepada masyarakat luas, dengan alasan sangat kuatnya kontrol masyarakat terhadap segala kegiatan Muhammadiyah. Tingginya mobilitas warga Muhammadiyah GKB dalam dunia profesi menjadi tantangan yang sulit diatasi bagi ketua ranting dan jajaran pengurusnya. Terutama dalam membentuk gerakan jamaah dan da’wah jamaah. Pembangunan masjid sebagai sarana ibadah merupakan hal yang kurang mendapat perhatian dibanding dengan pembangunan bidang pendidikan, sehingga kegiatan jama’ah beribadah belum terbentuk. Semarak berjamaah hanya tampak pada bulan Ramadhan.

Terdapat beberapa kegiatan dan pengelolaan amal usaha yang berjalan secara terpusat di cabang. Berbagai kegiatan yang sepenuhnya dikontrol oleh cabang GKB antara lain: pengelolaan SD Muhammadiyah GKB, sekolah ini dibuka pada tahun ajaran 1995-1996. peresmian sekolah dihadiri oleh Prof. Dr. H.M. Amin Rais sebagai ketua pimpinan pusat Muhammadiyah. Kepala sekolah yang pertama di sekolah ini Drs. Syamsul Hidayat; pengelolaan SMP Muhammadiyah 12 GKB, sekolah ini dibuka pada tahun pelajaran 2001-2002 sebagai proyek pembangunan sekolah unggulan tingkat lanjutan pertama di Gresik dan disiapkan untuk lulusan SD Muhammadiyah GKB angkatan lulusan pertama, kepala sekolah pertama di SMP Muhammadiyah ini Drs. Mukhtamil Pranoto; pengelolaan klinik bersalin GKB, klinik ini dibuka pada tahun 2002. dibawa pengelolaan Aisyiyah Cabang GKB; dan pengelolaan SD Muhammadiyah Suci yang berada di Pondok Permata Suci, sekolah ini dibuka pertama kali pada tahun pelajaran 2009-2010.

Perkembangan semua amal usaha di atas berjalan dengan baik dan selalu mengalami perubahan positif dari waktu ke waktu. Selain pengelolaan amal usaha tersebut kegiatan rutin dari cabang GKB antara lain; Pengajian Cabang Aisyiyah GKB dilaksanakan tiap hari Sabtu di Komplek SD Muhammadiyah GKB, Pengajian Cabang Muhammadiyah GKB, dilaksanakan tiap hari Ahad di Masjid Faqih Usman, Pengajian Addluha tiap hari Ahad sebulan sekali di Masjid Faqih Usman, dan Kajian Ideologi Muhammadiyah (setiap minggu ke-2) di aula SMP Muhammadiyah 12 GKB. Kajian tersebut sudah dilaksanakan sejak awal tahun 2009 dan sampai laporan ini ditulis sudah berlangsung 23 kali.

 

Sumber:

http://www.gkb-muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=89&Itemid=85


Tags: PCMGresikKotaBaru
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori : Sejarah PCM

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website